Sabtu, 18 Februari 2012

sang kapten kapal dan daratan

sebuah kapal berlayar ke tengah samudra bebas
layar terkembang sempurna mampu membawa kapal itu kemanapun sang kapten mau
di tengah perjalanan terlintas pikiran sang kapten untuk berlabuh
jangkar diturunkan dan kapten kapal pun turun
ia terkagum akan keindahan daratan tersebut
pantainya yang terbentang luas dengan segala pasir putihnya yang memukau
birunya langit yang dipadu mesra dengan birunya lautan sepanjang mata memandang
elok dan cantik
seakan ini adalah tempat berlabuh terindah sepanjang pengarungan semasa hidupnya
sang kapten berpikir untuk tidak lagi menjelajahi luasnya dunia ini
ia berpikiran untuk menetap dan menjalani kehidupan baru disini
santai sejenak sambil berputar mengelilingi pantai
kapten bagai tersihir pesona keindahan ini
bahkan ia mau berlama-lama duduk terdiam
seakan melepas penat pelayaran
tapi tiba-tiba sang kapten berpikir ulang
dalam buaian lamunannya
akankah ia akan meninggalkan tujuan utamanya untuk mengarungi lautan dan dunia yg maha luas ini
melawan badai yang selalu menghantam ditengah gelapnya cuaca
menaklukan besarnya ombak yang mengombang-ambingkan dirinya
meninggalkan sapaan-sapaan burung dan ikan yang terkadang mengiringi perjalanan melautnya
ditengah kebimbangannya kapten pun terdiam
apa yang salah?
belum lama ia menjejakan kaki disini tapi kenapa diliputi oleh keraguan
padahal sejenak tadi ia berpikir daratan ini adalah tempat yang cocok untuk dijadikan tempat tinggal
ada apa? apa yang terjadi?
akhirnya kapten itu pun bangkit
ia berjalan menuju kapalnya
memerintahkan kepada anak buahnya untuk menaikan jangkar
mengembangkan layar
lalu membelokan kemudi ke arah lautan yang luas
lautan biru itu seakan tersenyum dan setuju akan keputusan sang kapten
dengan mantap kapal itu perlahan meninggalkan pantai
terbersit dalam hati sang kapten bahwa ia akan kembali kesana
kepantai itu saat tiba waktunya
waktu dimana telah dirasa cukup baginya menaklukan kehidupan kerasnya
ya, sang kapten berjanji walau ia tak tau apa yang akan terjadi didaratan itu sepeninggal dirinya pergi
kapal makin menjauhi bibir pantai dan hilang tak terlihat
sejauh mata memandang kini hanya terhidang pemandangan yang sama
lautan biru dan birunya langit serta angin laut yang lembut seolah mengiyakan dilanjutkannya perjalanan ini


nb: dikossan hari ini, jam 4;43 waktu leptop kece.
inspirated by: cerita sendiri,


Tidak ada komentar:

Posting Komentar