Kamis, 16 Juli 2015

Hampa Dipelataran Syawal

Ramadhan beranjak pergi. Meninggalkan pesona yang tak dimiliki bulan lain.
Bulan penuh rahmat dan kasih sayang ini berlalu, berita baiknya ia akan selalu kembali tahun depan.
Pertanyaannya, apakah kita akan berjumpa lagi dengannya?
Masihkah Allah cukupkan umur kita untuk menyapanya dan menjalani hari-hari didalamnya dengan penuh kekhusukan?

Sering diri ini menyesali kenapa ramadhan hanya berlalu tanpa penuh arti.
Puasa tetep puasa, tapi apakah amal dan pahala yang terkandung didalamnya urung kita peroleh?
Menahan lapar dan dahaga tetap kita lakukan sebulan penuh, tapi apa kita sudah bisa menahan nafsu yang kadang kita sendiri tak bisa membendungnya.
Tangan yang menyentuh bukan pada tempatnya.
Kaki yang melangkah tanpa arah.
Dan mata, yang memandang tanpa batasan.
Seolah itu adalah hal lumrah, menganggap dosanya kecil. 
Padahal kalo ditumpuk jadi gede juga.

Ramadhan...
Maafkan aku yang membiarkanmu pergi tanpa bekas dihati.
Maafkan aku yang masih sering bermaksiat dipelataran rumahmu.
Maafkan aku yang acuh saat engkau memanggilku.
Hingga aku tak bisa merasakan apa arti kemenangan yang ramai orang gaungkan dipenghujung kehadiranmu.

Syawal...
Hati ini hampa menatapmu.
Seolah esok adalah hari-hari yang biasa dilalui.
Makan di siang hari atau minum kapanpun kita mau tanpa harus menunggu maghrib.
Banyak orang senang dan kegirangan mengetahui engkau akan datang besok.
Seolah semua berpesta, mulai dari pelosok desa hingga kemegahan ibu kota.
Gelombang kesenangan terasa gaungnya hingga beberapa hari sebelumnya.

Baju baru, ketupat, rendang, amplop dan segala tetek bengek dipersiapkan.
Sampai terkadang ramadhan terabaikan demi menyambut kedatanganmu.
Tapi apa mereka yang dengan wajah sumringah plus gaji ketiga belas ditangan merasakan kehampaan seperti hati ini?
Apa mereka hanya mengira kemenangan yang dijanjikan benar-benar sudah dirasakan?
Apa mereka masih akan menyangka dirinya seperti bayi baru lahir yang sebulan penuh kemaren telah dibersihkan?
Kenapa mereka yakin sekali?

Ahhh.. hampa dan kosong jiwa ini.
Diri ini berharap agar bisa memperbaiki ramadhanMu Yaa Rabb. Tahun depan dan seterusnya sepanjang hidup hamba. Aamiin.


Nb: jemputan LM. 06.28 BBWI waktu hapekece. 
16juli2015
Duduk sendiri dikursi 2.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar